Sugeng Pinarak Ing Alam Lamunanipun Tiang Ndusun

Custom Search

Tuesday, March 17, 2009

Lunching

Pembukaan Pusat Pendidikan Dan Ketrampilan Kerja PLRT Indonesia di Singapore
Oleh Ibu Herawatie Wirayuda Di SIS (Sekolah Indonesia Singapore).

Program pendidikan dan pelatihan kerja PLRT yang di buka di SIS ini sebenarnya untuk meneruskan program pelatihan Ketrampilan yang sudah berjalan di KBRI Singapore. Program ini di dukung oleh KBRI Singapore, Darma Wanita Indonesia di Singapore dan teman-teman dari HPLRTIS dan PPIS. Dengan di adakannya Program ini bertujuan untuk menyiapkan PLRT apabila pulang ke Indonesia kelak agar bisa pulang dengan membawa nilai tambah.
Program Pendidikan dan kertampilan apa saja sich yang di adakan di SIS?
Program Pendidikan yang di sediakan mencakupi, Kejar Paket B, Kejar Paket C, Universitas Terbuka, Komputer, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin serta Menjahit.
Dalam Kata sambutannya Bapak Duta Besar Yaitu Bapak wardana Beliau ada mengatakan bahwa Jumlah PLRT Indonesia di Singapore mencapai 85 Ribu orang dan yang mendaftarkan diri mengikuti Program Pendidikan dan Pelatihan ini mencapai 512 orang.
Hmmmm...... Lumayan juga ya... ternyata masih banyak teman-teman kita yang masih peduli akan peri pentingnya Pendidikan.

Wednesday, March 4, 2009

Cinta

Sesuatu Bernama Cinta
Sepintas memang terasa sangat agung
Melintas di benak bagaikan pelangi
Membawa kemilau cahaya yang mengejutkan
Laksana terbungkus impian indah
Dibalik kemegahan cintaAda sepenggal duka yang terlupa
Sejuta cahaya tak sanggup menyingkirkannya
Bak berjalan dalam bayangan
Walau berjalan bersama tangisan
Kekuatan cinta tak mudah untuk terlupakan
Sekalipun penuh rintihan pedih
Tetap terasa indahnya

Tuesday, March 3, 2009

Mencari Kebahagiaan

Mencari kebahagiaan

Dalam hidup kadang kita merasa sedih dan duka, bahkan ada yang sampai putus asa ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi anehnya ketika apa yang kita inginkan terwujud, baru kita sadari bahwa yang kita inginkan itu akhirnya tidak selalu dapat membuat hidup kita bahagia. Mengapa???

Kebahagiaan manusia sangat relatip tidak ada batas ukurannya, tiada kebahagiaan didunia yang abadi, bisa jadi kondisi saat ini kita merasa berbahagia karena satu keinginan kita telah terpenuhi, lain waktu pada kondisi yang sama telah berubah menjadi tidak bahagia karena keinginan manusia berubah mengikuti tuntutan nafsu ingin mendapatkan keinginan kedua, kemudian disusul keinginan ketiga terus, terus dan terus tiada habisnya sebelum nafsu dikendalikan atau sampai mati.

Satu kali makan daging ayam mungkin akan terasa enak dan nikmat, namun akan bosan dan tidak enak lagi bila dimakan setiap hari, begitupula dengan sejumlah materi dan harta benda tiada bedanya.

Sebenarnya yang namanya kenikmatan itu sangat terbatas, nikmatnya rasa makanan hanya terbatas dari masuknya makanan ke mulut melalui kerongkongan sampai perut kemudian kenyang, setelah kenyang makan rasanya sudah tidak enak lagi, bahkan terasa sakit.

Nikmatnya syahwat hanya beberapa menit, lebih dari itu malah sakit rasanya. Justru karena sebentar itulah manusia cenderung untuk menikmati berulang-ulang menuruti keinginan hawa nafsunya.

Manusia yang sedang dimabuk nafsu memburu kenikmatan seasaat biasanya tidak dapat berpikir jernih, melakukan perbuatan jauh dari kebaikan dan akhirnya baru menyadari ketika ia memanen hasil perbuatanya sendiri dimasa lampau.

Sebenarnya kita tau dan sadar betul bahwa dibalik kenikmatan yang sesaat itulah, terdapat jurang penderitaan yang berkepanjangan, apabila kita tidak hati-hati dalam menyikapi, kita akan kehilangan kewaspadaan dan terlena mengikuti keinginan nafsu, hasilnya berbagai macam penyakit bermunculan akibat pola makan yang tidak sehat, force power syndrome akibat kehilangan jabatan, stress karena tekanan ekonomi yang tak tersisa akibat mengikuti gaya hidup(hura-hura), atau malah berurusan dengan pihak berwajib akibat menyalah gunakan wewenang, semua itu karena mata hatinya telah tertutup oleh nafsu.

Seharusnya kita sadar dan waspada bahwa segala sesuatunya didunia ini tidak abadi, segalanya bergulir dan bergilir menurut aturan dan kehenak Tuhan Yang Maha Pencipta, ketika lahir kita tidak dibekali apa-apa, kemudian kita menjadi besar, nikah dan punya keturunan, kemudian menjadi tua dan akhirnya ketika matipun tidak membawa harta benda bahkan tidak mengajak sanak keluarga yang kita cintai, itulah kehidupan.

Mengapa harus sedih dan berat hati ketika Harta benda yang kita cintai diambil olen PEMILIKNYA?? Apakah kita punya hak atas barang2 tersebut??? Benarkah itu Musibah ????.
Semakin besar seseorang merasa memiliki dan memuji-muji harta benda, semakin besar rasa kesedihan akibat kehilangan benda tersebut, Semakin besar hasrat orang untuk mencapai keinginan, semakin dekat dengan kekecewaan.

Do’a harian kita panjatkan kepada Tuhan agar diberikan Keselamatan, kesehatan, jodoh, rejeki yang banyak, dll, Usaha telah kita lakukan namun Tuhan lebih tahu segalanya, Tuhan mempunyai rencana yang paling baik untuk kita.

Mencari kebahagiaan dengan mengikuti hawa nafsu untuk mencapai keinginan, hasilnya NOL BESAR bahkan sangat berrisiko terjerumus pada perbuatan tercela, menghalalkan segala cara penuh berlumuran dengan dosa-dosa, dan kebahagian letaknya didalam hati, bukan di Bar, Hotel, atau ditempat-tempat lain, tidak harus dengan biaya mahal.

Kalau kita jujur, apa yang menimbulkan susah dan senang bahagia sebenarnya bukan dari luar diri manusia, melainkan dari dalam hati kita sendiri yang dicengkeram nafsu mementingkan diri sendiri, nafsu iba diri, jika dirugikan kita merasa susah, jika diuntungkan kita senang. Susah dan senang hanyalah permainan gejolak perasaan kita.

“SUSAH MENIMBULKAN TANGIS DAN DUKA, SENANG MENIMBULKAN TAWA” Baik diterima dengan susah atau senang, persoalannya tidak akan berubah.

Mengapa harus sedih dan menangis ketika kita tidak pada posisi diuntungkan??
Mengapa kita harus bersedih ketika sesuatu yang kita sayangi, kita cintai diambil oleh PEMILIKNYA??? Tidak selayaknya kita berburuk sangka, kini saatnya untuk introspeksi diri, siapa diri kita ini, apa yang telah kita lakukan.

Sedih dan tangis hanya akan menimbulkan kelemahan batin, dapat mendatangkan keharuan pada orang lain, mudah mengukirkan dendam dalam hati, melahirkan dosa-dosa lain.
Dalam menghadapi hidup, MENANGIS dan TERTAWA sama-sama menggerakan bibir, mengapa tidak memilih tawa daripada tangis? hasilnya lebih baik bagi diri sendiri dan bagi orang lain.

Orang bijak akan tahu bahwa yang terpenting dalam menjalani hidup ini adalah Menerima dengan ikhlas “NRIMO ING PANDUM” atas segala hal yang terjadi pada diri kita ini disertai kesadaran bahwa segala yang terjadi adalah KEHENDAK TUHAN YANG MAHA KUASA.

Kesadaran ini akan menuntun kita untuk menerima segala peristiwa dengan penuh penyerahan kepada kekuasaan Tuhan, karenanya akan tetap tenang karena sudah waspada bahwa segala peristiwa yang terjadi takkan dapat dihindarkan oleh kekuasaan manusia yang sesunguhnya hanya mahluk lemah yang selalu menjadi permainan dari nafsu-nafsunya sendiri."
Kata-kata bijak.

"UANG DAPAT MEMBUAT HATI MANUSIA BAHAGIA, TAPI LEBIH BANYAK MENIMBULKAN MALAPETAKA BAGI ORANG-ORANG YANG TIDAK BIJAKSANA MEMBELANJAKANYA"

"UANG BUKAN SEGALANYA BAGI MANUSIA YANG MENDAMBAKAN KEBAHAGIAAN, KARENA KEBAHAGIAAN DIPENGARUHI SIKAP DIDALAM HATI"

Monday, March 2, 2009

Meeting

Hmm..... pergi Sekolah terlambat, untung sampai saja di sekolah semua masih kumpul-kumpul di hall. Siap sich sudah dari pagi.. jam setengah sembilan semua sudah selesaian, sudah masak, udah beres-beres rumah semua sudah rapih.. tapi ya gemana namanya kita ikut orang walau sudah rapih sekalipun kalau bos belum bangun ya akhirnya perginya tunggu bos pada bangun dulu dech... makannya jadi keluarnya lambat, sampai sekolah udah hampir jam 11 padahal seharusnya mulai belajar itu jam 10 "telat satu jam donk?" hehehe.... untung hari minggu itu pas di sekolah kedatangan tamu dari jakarta. jadi walaupun telat ngak ketinggalan pelajaran karena memang gak ada belajar cuma meething dengan wakil dewan pendidikan dari jakarta nggak tau ach namanya Bapak siapa habis kan aku datangnya memang sudah lambat, namanya sudah nggak di sebutkan lagi hehehehe..... dasar memang nggak mau cari tau juga sich... ogah ach.... pengin tau nama orang itu nggak penting khan khan khan......???.
Kemaren banyak juga sich yang di bahas saat kita kumpul di ruang meeting. saking banyaknya sampai nggak ada yang masuk di dalam otakku dech.. ya habis diriku kemaren juga sebenarnya lagi rada-rada confuse maklum lagi banyak banget pikiran sebenarnya walau ragaku berada di Sekolah Indonesia tapi jiwaku entah di mana... untung ajah jalannya nggak sampai nyasar karena memang lagi ble...ee.. udah gitu pas di ruang meething pas si bapaknya lagi menerangkan sesuatu HPku sekejap-kejap bergetar lagi, banyaknya orang nyari diriku macam diriku orang penting ajah.. untuk hp memang sudah di silent. ya udah hp bergetar-getarpun aku diamkan ajah..Keluar dari ruang meething, terus ngambil kupon jatah luch, selesai saja makan siang terus meluncur ke Markas (Paya Lebar) dengan Lia sampai di sana langsung masuk Darul Mengikuti Pengajian seperti biasa Program bulanan setiap minggu pertama di Darul arqam. kalo sudah di darul sudah dech nggak bisa cerita.. karena di tempat ini sudah pasti ketemu teman-teman, teman sebolck, teman sekampung, teman se RT, teman sekelurahan semua tuch ngumpulnya di markas.